Sunday, June 14, 2020

(PART 2) My VBAC Journey - Pengalaman Melahirkan Normal Setelah Riwayat Caesar : BIRTH STORY

Melanjutkan cerita sebelumnya My VBAC Journey Part 1 : BEHIND THE SCENE
Yang ingin tahu ikhtiar di balik VBACku, bisa buka link part 1 ya. 

BIRTH STORY

Tiap kehamilan punya ceritanya masing2. Kalau kehamilam pertama sempat 2x mengalami abortus iminens. Di kehamilan ini 2x mengalami PUPPS (Pruritic Urticarial Papules and Plaques of Pregnancy). Apa itu? Cuss googling aja ya. Mari langsung ke cerita inti.

25-26 Maret 2020
Keluar lendir darah dari jalan lahir. Masih melanjutkan aktivitas seperti biasa.

27 Maret 2020
Masih masuk kerja shift pagi. Pinggang terasa kram tidak seperti biasanya. Ga ada feeling kalau mau melahirkan. Tetap aktivitas seperti biasa.
Ba'da maghrib perut terasa seperti nyeri haid tapi polanya sudah 5-1-1. Jam8 coba ke bidan, memastikan ini namanya kontraksi atau bukan *maklum belum pernah merasakan rasanya kontraksi seperti apa. Kata beliau betul, tapi dicek belum ada pembukaan. Suruh pulang dulu dan dipantau terus polanya. Saya pakai aplikasi penghitung kontraksi (bisa lihat di gambar). Pulang ke rumah langsung istirahat. Dengerin Murottal sampai ketiduran.

28 Maret 2020
01.00 Pola tetap 5-1-1 tapi sudah ga bisa tidur nyenyak. Tiap kontraksi datang, main gym ball supaya nyerinya berkurang.

02.30 Gym ball pun tidak membantu. Memutuskan menghubungi bu bidan. Diminta ke klinik. Nitipin mas ayyas dulu ke bumer.

03.30 Tiba di klinik. VT buka 2. Dibantu rebozo suami dan bubid. Diminta rest smart (tidur miring, salah satu kaki dinaikkan ke peanut ball spy panggul tetap terbuka)

05.00 Bangun. Sempat muntah 2x. Suami buatin air madu hangat, sambil ngemil kurma. Sholat subuh. Main gym ball. Murottal always On. Tiap gelombang rahim datang, suami selalu ingatkan untuk nafas perut. Ga tahu kenapa kok mesti lupa/salah. Kalau sudah hampir menyerah, nanti suami mengingatkan sambil tekan2 pinggang, "Alhamdulillah dinikmati dik, bisa jadi penggugur dosa, bersyukur adik bisa merasakannya, di surga ga ada loh orang melahirkan."

07.30 Tiba2 ada reflek ingin mengejan. VT buka 8. Nah ini nih ambyar latihan nafasnya. Kadang ya reflek aja gitu. Suami menuntun, diriku kembali atur nafas yg bener. Bubid bilang gpp kl ga bisa nahan, nanti biasanya ketubanx yg pecah. Dan benar, ketuban pecah. Pembukaan lengkap. Ditawari bubid mau lahiran posisi apa. Jongkok, berdiri, setengah duduk, baring terlentang atau apa, bebas senyamanx ibu aja. Saya udah ga bisa mikir, terserah bubid aja ngaturnya gimana. Kontraksix rapet banget, kepala adik turun cepet. Akhirnya posisi bersandar di suami. Suami duduk di belakang saya, sambil berpegangan tangan.

07.45 Alhamdulillah, Allahu Akbar, atas izin Allah, dik Ahza lahir sehat dan menangis kuat. Diletakkan di dada saya dan dilakukan IMD. Dilakukan DCC (Delayed Cord Clamping)/Penundaan pemotongan tali pusat. Setelah selesai, suami diminta memotong tali pusat bayi.


  




Afirmasi positif yang saya buat kemarin :
Bayiku sehat
Lahir di pagi hari
Lahir di hari sabtu (maksudx biar pas aqiqah keluarga bisa kumpul pas weekend, bisa menginap, tp tyt ada wabah, ga jadi kumpul2nya, aqiqah ditunda)
Lahir sebelum HPL
BB di bawah 3 Kg (BB mas Ayyas 3,2 kg, BB dik Ahza 2,8 kg)
Proses melahirkan cepat
Perineum utuh
Tidak di episiotomi
Bisa IMD
Suami mendampingi dari awal hingga akhir

Alhamdulillah semua Allah ijabah, kecuali bagian perineum utuh, jadinya robek alami grade 2. PR banget utk persalinan berikutnya nafas perut harus udah auto pilot dan perineum massage lebih rajin lagi.



Pesan untuk para suami. Suami harus selalu waras ya kalau mendampingi istri melahirkan, jangan malah ikut bingung. Harus sudah tahu apa yang akan dilakukan, tanpa harus diminta dulu. Suami bukan penonton ya, suami juga pemeran utama saat hari H. Kalau ada apa-apa dg istri dan debay, yang pegang keputusan nanti suami loh. Yuk sama2 belajar.

Alhamdulillah terima kasih atas doa baik teman-teman untuk saya dan keluarga. Semoga teman-teman yang belum memiliki anak, segera Allah berikan amanah, dan bagi yang akan melahirkan, semoga Allah berikan kemudahan. Aamiin yra.

Kesimpulan akhir dari saya : Sekali SC, selanjutnya TIDAK selalu SC ☺

(PART 1) My VBAC Journey - Pengalaman Melahirkan Normal Setelah Riwayat Caesar : BEHIND THE SCENE

BEHIND THE SCENE

Apa itu VBAC?
Vaginal Birth After Caesarian (VBAC) artinya melahirkan secara spontan pervaginam (biasa disebut ibu2 dg melahirkan secara normal), setelah proses operasi caesar pada kelahiran sebelumnya.

DISCLAIMER
Saya hanya pelaku VBAC semata, tidak ada kaitan dengan gelar pendidikan yang saya miliki. Sekedar sharing pengalaman pribadi karena banyak teman2 yang menanyakan hal ini kepada saya. Dan permintaan suami supaya banyak yang bisa mengambil ilmunya. Boleh jadi ada salahnya, tapi semoga bisa diambil hikmahnya.

FYI, persalinan pertama saya, Mei 2018, SC atas indikasi PEB (Pre Eklamsia Berat), usia kehamilan 40 minggu. Tekanan darah saya baru kembali normal setelah anak berusia 3 bulan.
Persalinan kedua, Maret 2020, VBAC, usia kehamilan 37 minggu.

Kenapa judulnya saya buat behind the scene, bukan birth story?
Karena disini yang ingin saya tekankan adalah proses/ikhtiar VBAC yang saya lakukan, bukan pada hasil akhirnya, karena hasil akhir adalah ranah Allah dengan Qodo' dan Qodar-Nya. Tugas kita hanya berusaha maksimal, selanjutnya tawakal.

Ilmu sebelum amal
VBAC bukan cuma modal niat. Hamil 9 bulan ngapain aja? Ada ilmu yang harus dipelajari dan diamalkan. Jangan sampai proses hamil dan melahirkan yang harusnya menjadi memori yang indah, malah menjadi traumatis bagi ibu dan atau ayah (otomatis pada bayinya juga).

Step by Step VBAC
*yang sudah saya lakukan
**info dari berbagai sumber

1. Niat
    Niatnya apa mau VBAC. Kalau cuma buat buktiin ke netizen bisa lahiran normal, mending urungkan aja, belum mulai aja udah niat ga bener mau pamer2. SC itu jg mulia dan terhormat kok, kalau dilakukan dg 3 Tepat (Tepat Indikasi, Tepat Waktu, Tepat Niat).
Selanjutnya tularkan niat VBAC tadi kepada suami dan support system lainnya. Sounding perlahan sampai semua mendukung niat kita.

2. Healing Trauma
    Selesaikan trauma pada persalinan sebelumnya (bila ada). Terima dan ikhlaskan apa yang sudah terjadi. Pastilah ada hikmah positif dibaliknya. Mulai lembar yang baru.

3. Belajar
    Pelajari penyebab SC sebelumnya, cari tahu pencegahannya, cari tahu juga apa yang harus dilakukan kalau kejadian berulang. Pelajari apa2 saja yang harus dilakukan selama 9 bulan ke depan.
    Ikuti kelas persiapan VBAC. Ajak suami juga supaya satu frekuensi. Saat hari-H nanti, suami bisa menjadi pendamping persalinan (doula) yang terbaik. Saya (saat UK 6 bulan) dan suami pernah mengikuti kelas prenatal gentle yoga couple bersama bidan yesie. Biaya 500rb selama 2jam terkesan mahal ya, tapi sungguh itu worth it banget, dan membuat suami jadi melek bahwa mempersiapkan persalinan yang nyaman minim trauma adalah kerja tim berdua. Alhamdulillah, now we're a team.

4. Berada dalam Lingkaran Energi Positif
    Dukungan dari suami dan keluarga. Follow influencer VBAC, diantarax di Facebook ada VBACTanyaSaya, di instagram ada @ceritavbac @bidankita @griyabundasehat, dll. Bergabung dalam grup VBAC, ada grup telegram dan grup Whatsapp. Diskusi saat kunjungan ke provider (nakes) yang bersedia mendukung proses VBAC kita. Cari sampai dapat ya kalau bisa.

Sedikit cerita, kemarin konsul ke 4 Sp.OG.
1. Salah satu tim founder persalinan maryam PAZ >> acc VBAC, diberi obat utk mencegah preeklamsia berulang, ga diminum krn ga kuat di lambung. Lokasi jauuuh (34 KM dari rumah), mengurungkan niat mau lahiran disini. (Saat TM1)
2. RS XXX >> Langsung menjudge harus SC lagi, alasanx jarak lahir kk dan adik di bawah 2 tahun. (Saat TM2)
3. Konsultan, gurunya para PPDS >> acc VBAC, asal bayi masuk panggul. (Saat 32 Minggu)
4. Konsulen >> acc VBAC. Kurang lebih beliau bilang begini, memang secara teori kalau jarakx dibawah 2 tahun SC lagi, Tapi saya lihat2 dulu kondisi ibu dan bayi, kalau kemungkinan besar bisa per vaginam, ya harus dicoba. Ini plasentax bagus mudah lepas. Posisi bayi tengkurap, sudah dibawah (posisi optimal). Tinggal tunggu masuk panggul aja. Tekanan darah ibu juga normal. Tidak ada komplikasi. (Saat 36 Minggu)

5. Istiqomah
Lakukan ikhtiar dg rutin. Buat To Do List Harian biar ga males dan lupa. Contoh yang saya buat, bisa lihat gambar ya.


Angka 1 dan seterusnya mewakili tanggal harian. Tinggal isikan tanda centang atau jumlah yang sudah dilakukan. misal squat 100x. perineum massage centang (V), dll.

Untuk ikhtiar VBAC yang saya lakukan ada aspek nutrisi, fisik dan psikis.

5.1 Nutrisi
"YOU ARE WHAT YOU EAT"

> Konsumsi Tinggi Protein.
Setiap hari selalu konsumsi protein, seperti ikan, tahu, tempe, telur, daging, dll. Gonta ganti terus, karena saya orangx suka bosenan. Kalau yg mau rutin konsumsi telur tiap hari juga bisa.

> Tinggi Antioksidan, Vit. C, Kolagen dan nutrisi lainnya yg didapatkan dari Sayur & Buah.
Saya setiap hari konsumsi kurma dan madu. Bagusnya sih kurma ruhtob ya, sesuai dg kisah persalinan Maryam, tapi krn harganya yang belum terjangkau, saya menggunakan kurma sukari.
Menghindari konsumsi sayuran mentah, spt lalapan.
Khusus yg punya tekanan darah tinggi atau riwayat preeklamsia, bisa coba konsumsi buah naga, ini saya disarankan oleh dokter obgyn konsultan. Beliau sering menangani pasien2 seperti saya, dan kebanyakan tekanan darah bisa stabil dg konsumsi buah naga.

> Terhidrasi dengan baik (min. 2L/hari)
karena tubuh kita mengandung 60-70% cairan. otot yang kering tentunya cenderung lebih gampang 'crack' dibanding yg lembab terhidrasi dengan baik.
*cara gampang mengetahui kecukupan cairan salah satunya dr warna pipis. makin bening jernih (tidak berwarna kuning) berarti makin bagus.

> Say NO to junk food, MSG, dll.
Batasi konsumsi makanan yang kurang bergizi, misal in**mie, c*iki, cilok, sempol, popcorn, dll.

5.2 Stretching - Strengthening
"YOU ARE WHAT YOU DO"

Stretching (Penguluran) - Strengthening (Penguatan) :
> Breathing exercise: Nafas Perut

> C-Scar Massage
lakukan segera setelah SC dengan jarak 5-8cm sekitar jahitan, setelah 6 minggu (healing periode) bisa dimulai untuk dimassage tepat pada jahitannya *gerakan senyamannya (atas-bawah; kanan-kiri; memutar.. perlama di bagian yg dirasa lebih tegang/keras).. sampai skrg terkadang masih saya lakukan, lumayan banget bisa ngurangi rasa kram/clekit2 di bekas SC

> Exercises/Senam/Yoga dll
*otot yang terbiasa digerakkan dan terlatih secara bertahap tentunya semakin lebih kuat & elastis.
Senam hamil/ yoga juga bisa membantu posisi bayi optimal dan mempersiapkan otot rahim dan panggul menghadapi persalinan. Biar lentur, lancar, luncur tentunya.
Saya biasa ikut kelas yoga seminggu sekali. Lalu keseharianx lihat youtube.
Di bawah nanti akan saya beri link channel youtube yang saya ikuti.
Kalau lelah, boleh istirahat, pahami batasan tubuh sendiri. Ganti dg kegiatan lain yang lebih ringan, atau mengurangi porsi latihan. Jadi ga ada alasan bolos latihan karena capek pulang kantor atau urusan domestik ya.

5.3 Psikis/Fikiran
"YOU ARE WHAT YOU THINK"
Afirmasi positif, Stress Management, Hypnosis.

    Terakhir, banyak berdo'a dan mendekat kepada Allah. Perbanyak amalan2 sunnah dan perbaiki kualitas amalan wajib. Semoga Allah mudahkan proses teman2 yang sedang hamil atau yang berencana hamil. Aamiin.


Kembali ke cerita saya, setelah melakukan semua ikhtiar di atas, bagaimana hasilnya?
Next klik link berikut :  (Part 2) My VBAC Journey : BIRTH STORY


Link Youtube :
Perineum Massage
Squat
Endorfin Massage
Birthing Ball
Rebozo
Yoga 1
Yoga 2
Yoga 3
Yoga Couple bersama Suami

Tuesday, November 14, 2017

PERTANYAAN SEPUTAR MASALAH KEHAMILAN


PEKERJAAN
Beberapa jenis pekerjaan mungkin meningkatkan resiko penyulit kehamilan. Pada pekerjaan yang membutuhkan tenaga, wanita memperlihatkan 20-60% peningkatan angka persalinan kurang bulan, hambatan pertumbuhan janin, atau hipertensi gestasional. Dalam studi prospektif terhadap lebih dari 900 nulipara sehat, Higgins,dkk (2002) mendapatkan wanita yang bekerja mengalami peningkatan lima kali lipat resiko preeklamsia. Newman, dkk (2001) melaporkan hasil akhir pada 2929 wanita dengan kehamilan janin tunggal yang diteliti oleh Maternal-Fetal Medicine Unit Network. Kelelahan di tempat kerja –yang diperkirakan dari jumlah jam berdiri, intensitas tuntutan fisik dan mental, dan stressor lingkungan-berkaitan dengan resiko rupture membrane kurang bulan. Bagi wanita yang mengalami kelelahan derajat tinggi, resikonya 7,4 persen. 
Karena itu, semua pekerjaan yang menyebabkan wanita hamil mengalami tekanan fisik berat perlu dihindari. Idealnya, wanita hamil jangan bekerja atau bermain yang menyebabkan kelelahan. Perlu disediakan waktu istirahat yang cukup. Wanita dengan riwayat penyulit kehamilan beresiko kambuh-misalnya persalinan premature-perlu dianjurkan mengurangi kerja fisik.

OLAHRAGA
Secara umum, wanita hamil tidak perlu membatasi olahraga, asalkan mereka tidak mengalami kelelahan berlebihan atau beresiko mengalami cedera. Wanita hamil yang tidak memiliki kontraindikasi, perlu didorong untuk melakukan aktivitas fisik intensitas sedang secara teratur selama 30 menit atau lebih sehari. Aktivitas dengan resiko tinggi untuk jatuh atau trauma abdomen perlu dihindari. Demikian juga, scuba diving karena janin beresiko besar mengalami dekompresi.

KONSUMSI IKAN
Ikan adalah sumber protein yang sangat baik, rendah dalam lemak jenuh, dam mengandung asam lemak omega-3. Namun karena hampir semua ikan dan kerang mengandung sejumlah kecil merkuri, wanita hamil dan menyusui dianjurkan untuk menghindarinya. Diperbolehkan tidak lebih dari 12 ons atau dua porsi tuna kalengan per minggu dan tidak lebih dari 6 ons tuna putih. Jika kandungan merkuri ikan local tidak diketahui, konsumsi ikan keseluruhan harus dibatasi menjadi 6 ons per minggu.

BEPERGIAN
Menggunakan Kendaraan
Wanita hamil perlu didorong untuk menggunakan sabuk pengaman tiga titik yang dipasang dalam posisi yang benar jika naik mobil. Bagian sabuk pinggang harus dipasang di bawah perut dan melintangi paha atas. Sabuk harus terpasang erat, namun tetap nyaman. Sabuk bahu juga harus dipasang erat, dan nyaman di antara payudara. Informasi yang ada menyatakan bahwa kantung udara (airbag) jangan dimatikan untuk wanita hamil.

Naik Pesawat
Wanita hamil dapat dengan aman naik pesawat hingga 36 minggu. Dianjurkan selama perjalanan melakukan tindakan pengamanan seperti pergerakan periodic ekstremitas bawah (kaki), ambulasi paling tidak setiap jam, dan menggunakan sabuk pengaman ketika duduk. Resiko untuk perjalanan ke luar negeri adalah terjangkit penyakit infeksi atau mengalami penyulit ketika berada jauh dari lokasi fasilitas yang memadai.

HUBUNGAN INTIM
Secara umum pada wanita hamil yang sehat hubungan seks biasanya tidak merugikan, namun jika terdapat ancaman abortus atau persalinan kurang bulan, sebaiknya perlu dihindari. Hubungan seks oral-vagina kadang membahayakan, seperti meniup ke dalam vagina, dapat menyebabkan embolisme udara, bahkan kematian.

PERAWATAN GIGI
Karies gigi tidak bertambah parah oleh kehamilan. Yang utama, kehamilan bukan merupakan kontraindikasi untuk terapi gigi termasuk radiografi gigi.

IMUNISASI
Keamanan vaksinasi yang diberikan selama kehamilan masih dapat berubah dan dapat diverifikasi dari CDC di http://www.cdc.gov/vaccines. Semua wanita yang akan hamil pada musim influenza perlu ditawari vaksinasi, tanpa memandang tahap kehamilan. Wanita yang rentan terhadap rubella selama kehamilan perlu mendapat vaksinasi MMR –measles-mumps-rubella- pasca persalinan. Meskipun vaksin ini tidak dianjurkan selama kehamilan, namun pemberian vaksin ini secara tak sengaja belum pernah menyebabkan sindrom rubella congenital.

MUAL DAN MUNTAH
Mual dan muntah dengan keparahan bervariasi biasanya muncul antara 1-2 periode terlambat haid sampai usia 14-16 minggu. Meskipun cenderung lebih berat pada pagi hari-sehingga secara salah dinamai morning sickness, mual dan muntah sering berlanjut sepanjang hari. Pada 80% wanita, keluhan ini sering dilaporkan memiliki karakter dan intensitas yang serupa dengan yang dialami orang yang menjalani kemoterapi kanker.

Terapi mual dan muntah pada kehamilan jarang yang sangat berhasil, namun rasa tidak nyaman biasanya dapat dikurangi dengan makan dalam porsi kecil secara lebih sering dan berhenti sebelum kenyang. Borelli, dkk (2005) melakukan suatu riset dan melaporkan bahwa obat herbal, jahe, mungkin efektif. Gejala ringan biasanya berespons terhadap pemberian vitamin B6 plus doksilamin, tetapi sebagian wanita memerlukan fenotiazin atau antiemetic penyekat reseptor histamine H1.

NYERI PUNGGUNG
Kelelahan, membungkuk berlebihan, mengangkat beban, atau berjalan dapat menyebabkan nyeri punggung bawah ringan. Riwayat nyeri punggung bawah dan obesitas merupakan factor resiko. Nyeri meningkat seiring dengan durasi gestasi. Nyeri dapat dikurangi dengan menganjurkan berjongkok, dan bukan membungkuk ketika mengambil sesuatu di bawah, member bantalan penyangga di punggung ketika duduk, dan menghindari sepatu berhak tinggi.

Nyeri punggung bawah yang hebat jangan hanya disangka disebabkan oleh kehamilan sampai dilakukan pemeriksaan ortopedik menyeluruh. Kejang dan nyeri tekan otot, yang secara klinis sering diklasifikasikan sebagai acute strain atau fibrositis, berespons baik dengan analgetik, panas, dan istirahat. Sebagian wanita dengan nyeri punggung hebat dan panggul yang hebat, mungkin mengidap osteoporosis terkait-kehamilan. Wanita dengan nyeri punggung bawah dan panggul beresiko lebih besar mengalami disability, yang berkaitan dengan gangguan fungsi otot abductor panggul dan ekstensor punggung.


Sumber : Obstetri Williams Edisi 23 Volume 1 Hal.215-221

PREEKLAMSIA : DIAGNOSIS, ALGORITME, TATALAKSANA


Kriteria diagnosis: (semua harus terpenuhi)
       Hipertensi yang baru terjadi saat Usia Kehamilan >20 minggu (new onset)
       Hipertensi (S ≥ 140 / D ≥ 90)
       Gangguan fungsi organ: Proteinuri (≥ 300mg/hr; 1+ dipstik), ATAU Gangguan fungsi organ berat / komplikasi berat, yaitu:
1.      Trombositopeni (<100.000)
2.      Gangguan ginjal (Serum Kreatinin > 1.1)
3.      Gangguan liver (transaminase > 2x dan atau nyeri ulu hati)
4.      Edema Paru
5.      Tanda Gejala neurologis (gangguan penglihatan, nyeri kepala) Ă  impending eklamsi
6.      Gangguan pertumbuhan janin (IUGR, oligo. ARDV)

 
Algoritme PreEklamsia pada Faskes Primer

Penatalaksanaan Preeklampsia Berat – Eklampsia
       Pasang Infus, berikan RL / D5% (lifeline 7tetes/menit) dan kateter urin
       Injeksi SM untuk mencegah kejang
       Antihipertensi : Nifedipine 1x10mg
       Jika terjadi Eklampsia
       Pertahankan ABC (Airway-Breathing-Circulation)
       Cegah aspirasi, tidur miring, tongue spatel
       Berikan injeksi SM untuk terapi kejang
       Rujuk RS terdekat

Syarat dan Indikasi Pemberian MgSO4
       Frekuensi napas ≥ 12x / menit
       Refleks Patella (+)
       Produksi urin > 100cc / 4 jam
       Tersedia antidotum (kalsium glukonas 10%), berikan 1 g (10cc)

Pemberian MgSO4
1.      MgSO4 20%
Injeksi 4g (20cc) IV Bolus selama 5 menit. Lanjutkan dengan pemberian MgSO4 1g/jam, contoh: MgSO4 20% 5g (25cc) diberikan diencerkan dengan 500cc infus cairan kristaloid (NS/RL) dan berikan selama 5 jam (33 tetes / menit).
      Jika didapatkan kejang ulangan setelah pemberian MgSO4, Beri tambahan 2g (10cc) IV Bolus selama 2 – 5 menit, dapat diulang 2 kali. Jika masih kejang kembali beri diazepam.

2.      MgSO4 40%
Injeksi 4g (10cc diencerkan dengan 10 cc aquabidest) IV Bolus selama 5 menit. Lanjutkan dengan pemberian MgSO4 1g/jam, contoh: sisa MgSO4 40% tadi sebanyak 6g (15cc) diencerkan dengan 500cc infus cairan kristaloid (NS/RL) dan berikan selama 6 jam (28 tetes / menit).
Jika didapatkan kejang ulangan setelah pemberian MgSO4, Beri tambahan 2g (5cc diencerkan dengan 5cc aquabidest) IV Bolus selama 2 – 5 menit, dapat diulang 2 kali. Jika masih kejang kembali beri diazepam.



ANTEPARTUM - PERAWATAN PRANATAL


Menurut ACOG, perawatan pranatal adalah suatu program perawatan antepartum paripurna yang melibatkan pendekatan terpadu terhadap perawatan medis dan dukungan psikososial yang secara optimal dimulai sebelum konsepsi dan berlanjut sepanjang periode antepartum. Program komprehensig ini mencakup : (1) Perawatan Prakonsepsi (2) Diagnosis dini kehamilan (3) Evaluasi Pranatal Awal (4) Kunjungan Pranatal Lanjutan (follow-up).

A.     Perawatan Prakonsepsi
Program perawatan prakonsepsi yang menyeluruh memiliki potensi membantu wanita dengan mengurangi resiko, mendorong gaya hidup sehat, dan meningkatkan kesiapan menjalani kehamilan.

B.      Diagnosis Kehamilan
Gejala dan Tanda
Berhentinya Haid. Penghentian mendadak haid seorang wanita sehat usia subur yang sebelumnya mendapat haid spontan, siklis, dan teratur merupakan isyarat kuat kehamilan. Namun amenorea bukan merupakan indikasi yang handal untuk kehamilan sampai 10 hari atau lebih sejak awal terlambat haid. Jika terlambat hingga dua siklus haid, kemungkinan kehamilan jauh lebih besar.

Perubahan pada Mukus Serviks. Pada foto mikrograf mucus yang mengering didapatkan gambaran daun pakis pada hari ke-7 sampai ke-18  siklus haid, karena kaya akan natrium klorida yang dihasilkan estrogen. Sedangkan saat seseorang hamil, maka yang muncul adalah pola manik-manik yang merupakan khas efek dari progesteron.

Perubahan Payudara. Pada minggu-minggu awal kehamilan, wanita sering merasakan parastesia dan nyeri payudara. Setelah bulan kedua, payudara membesar dan memperlihatkan vena-vena halus dibawah kulit. Putting menjadi lebih besar, gelap dan tegak. Setelah beberapa bulan pertama, pemijatan lembut pada putting, menyebabkan keluarnya kolostrum. Di areola (pigen sekitar putting) tersebar sejumlah tonjolan kecil, kelenjar Montgomery, yaitu kelenjar sebasea hipertrofik.

Mukosa Vagina. Mukosa vagina biasanya tampak merah keunguan atau agak gelap dan mengalami bendungan-tanda Chadwick.

Perubahan Kulit. Peningkatan pigmentasi dan perubahan striae abdomen (tidak selalu terjadi pada kehamilan).

Perubahan pada Uterus. Selama beberapa minggu pertama kehamilan, penambahan ukuran uterus terutama terbatas pada garis tengah anteroposterior. Pada minggu ke-12, korpus uterus hampir membulat dengan garis tengah rerata 8cm. Pada pemeriksaan bimanual, organ ini terasa lembut atau elastic dan kadang menjadi sangat lunak. Pada usia haid 6-8 minggu, serviks teraba padat yang berbeda dari fundus yang kini lembut dan isthmus yang melunak- tanda Hegar.
        Saat auskultasi, dapat terdengar uterine soufflĂ© pada bulan-bulan terakhir kehamilan. Ini adalah bunyi lembut bertiup yang sinkron dengan nadi ibu. Bunyi ini dihasilkan oleh mengalirnya darah melalui pembuluh-pembuluh uterus yang melebar dan paling jelas terdengar di bagian bawah uterus. Sebaliknya, funic soufflĂ© adalah bunyi bersiul tajam yang sinkron dengan nadi janin. Bunyi ini dihasilkan oleh derasnya darah yang mengalir melalui arteri umbilikalis dan mungkin tidak selalu terdengar.

Perubahan pada Serviks. Serviks menjadi semakin lunak seiring dengan kemajuan kehamilan (atau karena penggunaan kontrasepsi estrogen-progestin).

Persepsi Gerakan Janin. Primipara dapat merasakan gerakan janin pada usia 18-20 minggu, sedangkan multipara 16-18 minggu.

Uji Kehamilan
Deteksi hCG (human Chorionic Gonadotropin) dalam urin dan darah ibu merupakan dasar bagi uji endokrin kehamilan. Molekul hCG adalah suatu heterodimer yang terdiri dari dua subunit tak sama, yang dinamai dan , yang berikatan secara non-kovalen. Subunit a identik dengan yang terdapat pada LH, FSH, dan TSH. hCG mencegah involusi korpus luteum, tempat utama pembentukan progesterone selama 6 minggu pertama.
        Sel-sel trofoblas menghasilkan hCG dalam jumlah yang meningkat secara eksponensial setelah implantasi. Dengan pemeriksaan yang sensitif, hormon ini dapat dideteksi dalam plasma atau urin ibu pada 8-9 hari setelah ovulasi. Kadar hCG serum meningkat dari hari implantasi mencapai puncak pada 60-70 hari. Setelah itu, konsentrasi menurun perlahan sampai nadir tercapai pada sekitar 16 minggu.

Deteksi Kehamilan dengan Sonografi
Pemakaian sonografi transvagina merupakan revolusi pencitraan kehamilan dini serta pertumbuhan dan perkembangannya. Sedangkan sonografi transabdomen baru dapat memperlihatkan kantung gestasi setelah usia 4-5minggu. Setelah 6 minggu, gerakan jantung akan terlihat. Hingga 12 minggu, panjang puncak kepala-bokong dapat digunakan untuk memprediksi usia gestasi.

C.      Evaluasi Pranatal Awal
Tujuan: (1) Mendefinisikan status kesehatan ibu dan janin (2) Memperkirakan usia gestasi (3) Memulai rencana untuk perawatan kebidanan berkelanjutan.

Catatan Pranatal
Definisi
Nuligravida: Seorang wanita yang saat ini tidak hamil dan belum pernah hamil.
Gravida: Seorang wanita yang saat ini hamil atau dahulu pernah hamil, tanpa memandang hasil akhir kehamilan. Primigravida, kehamilan pertama. Multigravida, kehamilan berikutnya.
Nulipara: Seorang wanita yang belum pernah menyelesaikan kehamilan melewati gestasi 20 minggu.
Primipara: Seorang wanita yang pernah satu kali melahirkan bayi yang lahir hidup atau meninggal dengan perkiraan lama gestasi 20 minggu atau lebih. Dahulu, ambang berat lahir 500 g digunakan untuk mendefinisikan paritas. Ambang ini tidak lagi penting karena berat lahir kurang dari 500 g dapat bertahan hidup.
Multipara: Seorang wanita yang pernah menyelesaikan dua atau lebih kehamilan hingga 20 minggu atau lebih.     

Durasi Kehamilan Normal. Durasi rerata kehamilan yang dihitung dari HPHT hampir mendekati 280 hari atau 40 minggu. Hari Perkiraan Lahir (HPL) dapat dihitung menggunakan rumus Naegele, yaitu:
HARI+7  BULAN-3  TAHUN+1. Contoh: Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) tanggal 9 Agustus 2017, Hari 9+7=16, Bulan Agustus (Bulan 8) 8-3=5 (Bulan Mei), Tahun 2017+1=2018. Maka HPLnya adalah 16 Mei 2018.
Trimester. Kehamilan lazimnya dibagi menjadi 3 periode setara dengan lama masing-masing sekitar 3 bulan kalender. Secara urutan, trimester pertama terentang sampai selesainya 14 minggu, kedua sampai 28 minggu, dan ketiga mencakup minggu ke-29 sampai ke-42 kehamilan.

Anamnesis. Informasi terinci tentang riwayat Obstetri, riwayat haid, dan kontrasepsi.

Pemeriksaan Psikososial. ACOG mendefiniskan factor resiko social sebagai factor non-biomedis yang memengaruhi kesejahteraan mental dan fisik. Penapisan psikososial dianjurkan minimal satu kali tiap semester kehamilan. Dilakukan penyariangan terhadap hambatan untuk mendapat perawatan, misalnya kesulitan transportasi, perawatan anak atau dukungan keluarga; tempat tinggal berpindah-pindah; kehamilan tak diinginkan; hambatan komunikasi; masalah gizi; merokok; depresi, dan masalah keamanan yang mencakup kekerasan rumah tangga.

Merokok. Dapat terjadi efek teratogenik (peningkatan anomali jari janin),  peningkatan dua kali lipat resiko plasenta previa, solusio plasenta, dan ruptur membran kurang bulan. Mekanisme patofisiologis mencakup hipoksia janin akibat meningkatnya karboksihemoglobin, berkurangnya aliran darah uteroplasenta, dan efek toksik langsung nikotin dan senyawa lain dalam asap rokok.

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik umum perlu dilakukan pada kunjungan prenatal awal.

Pemeriksaan Dalam/Panggul. Serviks dilihat menggunakan speculum yang dilumasi dengan air hangat atau gel pelumas berbasis air. Hiperemia pasif merah keunguan pada serviks merupakan gambaran khas, tetapi tidak dengan sendirinya diagnostik, untuk kehamilan.
Pemeriksaan bimanual dilakukan dengan palpasi, dengan perhatian khusus pada konsistensi, panjang dan dilatasi serviks; ukuran uterus dan setiap masa di adneksa; presentasi janin pada kehamilan lanjut; dan setiap anomaly vagina dan perineum. Regio perianus perlu dilihat dan dilakukan pemeriksaan rectum dengan jari.

Pemeriksaan Laboratorium
Uji laboratorium rutin, HIV, Hepatitis B, Clamidia.

Kehamilan Resiko Tinggi
Skrining factor resiko kehamilan resiko tinggi yang merupakan indikasi konsultasi subspesialis.

D.     Kunjungan Pranatal Lanjutan (follow-up)
Surveilens Pranatal. Pada setiap kunjungan ulangan, dilakukan langkah-langkah untuk menentukan kesejahteraan ibu dan janinnya. Evaluasi biasanya mencakup:
Janin :
·         Kecepatan jantung;
·         Ukuran – saat ini dan laju pertumbuhan;
·         Jumlah cairan amnion;
·         Bagian presentasi dan station (pada kehamilan tahap lanjut);
·         Aktivitas.
Ibu :
·         Tekanan darah – saat ini dan tingkat perubahan;
·         Berat – saat ini dan jumlah perubahan;
·         Gejala - termasuk nyeri kepala, mual dan muntah, penglihatan kabur, nyeri abdomen, perdarahan, pengeluaran cairan dari vagina, dan disuria;
·         Tinggi Fundus uteri dari simfisis dalam sentimeter
·         Pemeriksaan vagina pada kehamilan tahap lanjut sering member informasi berguna : Konfirmasi bagian presentasi dan stationnya, Perkiraan klinis kapasitas panggul dan konfigurasi umumnya, Konsistensi, penipisan dan pembukaan serviks.
  
Penilaian usia Gestasi
Tinggi Fundus. Tinggi fundus uteri berkorelasi erat dengan usia gestasi dalam minggu. Antara 20 dan 34 minggu yang diukur dalam sentimeter. Tinggi fundus harus dihitung sebagai jarak melintasi dinding abdomen dari batas atas simfisis ke puncak fundus. Kandung kemih harus dikosongkan sebelum pengukuran. Letak fundus menjadi lebih tinggi bila kandung kemih penuh.

Bunyi Jantung Janin. Jantung janin dapat terdengar pertama kali pada sebagian besar wanita antara 16-19 minggu jika diauskultasi dengan cermat dengan stetoskop baku non-amplifikasi. Bila menggunakan Doppler ultrasound hampir selalu dapat mendeteksi sejak 10 minggu. Dengan sonografi transvagina real-time, aktivitas jantung janin dapat terdeteksi hingga sedini 5 minggu.

Sonografi. Evaluasi sonografik dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan penapisan aneuploidi trimester pertama, diikuti oleh pemeriksaan standar pada trimester kedua untuk mengevaluasi anatomi janin.


Sumber : Obstetri Williams Edisi 23 Volume 1 Hal.200-210

Wednesday, November 8, 2017

PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH ABO DAN RHESUS, MUDAH DAN SEDERHANA

A.    Alat dan Bahan :
1.      Object Glass / slide                            2 buah
2.      Lanset darah  untuk menusuk jari     1 buah
3.      Kapas alkohol                                    1 buah
4.      Kapas kering                                      1 buah
5.      Batang Pengaduk atau Tusuk Gigi    2 buah
6.      Reagen Anti-A, Anti-B, dan Anti-AB untuk pemeriksaan golongan darah ABO
7.      Reagen Anti-D untuk pemeriksaan Rhesus

Reagen Anti-A, Anti-B, dan Anti-AB, Anti-D
B.     Langkah Kerja
1.      Desinfeksi jari manis (jari ke-4) dengan kapas alkohol
2.      Tusuk menggunakan lanset darah
3.      Usap bekas tusukan dengan kapas kering
4.      Teteskan 1 tetes darah pasien pada permukaan object glass/slide sebanyak 4 titik
5.      Teteskan anti-A, anti-B, anti-AB, anti-D masing-masing 1 tetes di atas darah pasien
6.      Aduk dengan batang pengaduk/tusuk gigi

C.   Pembacaan Hasil


Intepretasi Hasil Tes Golongan Darah

Intepretasi Hasil Tes Rhesus